Selamat datang di blog seni budaya tempat sharing dan download materi seputar seni
BERSAMA MEMAJUKAN BUDAYA LOKAL
Channel Youtube:


Konsep Kurikulum pada Kondisi Khusus

Posted by Kerta Seni on Monday, November 16, 2020

 

Sepanjang masa Pembelajaran Jarak Jauh ini, masih banyak siswa yang mengaku bosan dan kelelahan. Banyak siswa mengeluh jika mereka dibebani berbagai tugas dari berbagai mata pelajaran, sehingga tidak sempat beristirahat. Jam sekolah terasa lebih melelahkan  dibandingkan jam sekolah sebelum masa pandemi. Tugas menumpuk, kurang paham konsep namun terpaksa harus melakukan ujian, kalau tidak ingin kehilangan nilai. Nilai pas-pasan, kalau kurang masih harus ikut remedial. Stres jadinya!

Di sisi lain guru-guru juga mengeluh, sudah berusaha mati-matian mengajar dan memberi tugas agar siswa tidak ketinggalan materi pelajaran dan dapat lulus dengan nilai yang minimal sesuai target KKM. Namun masih saja beban kurikulum ini seperti kurang realistis diterapkan pada masa darurat seperti ini. Mana mungkin target kurikulum normal ini dapat dicapai dengan sempurna. Semakin berat saja rasanya beban guru.

Perlu diakui, gambaran ini merupakan persoalan umum yang dirasakan oleh sebagian besar siswa dan guru pada masa Pembelajaran Jarak Jauh saat pandemi Covid-19.

Apa yang dapat kita lakukan untuk mengatasi tantangan ini?

Untuk dapat mengatasi tantangannya, Bapak dan Ibu guru dapat meninjau kembali tujuan dan prinsip Pembelajaran Jarak Jauh sebagaimana yang telah dijelaskan dalam Panduan Pembelajaran Jarak Jauh.

Perlu mengingat kembali bahwa PJJ dilakukan agar setiap peserta didik mendapatkan haknya untuk tetap bisa belajar selama masa pandemi Covid-19, serta memastikan pemenuhan dukungan psikososial bagi pendidik, peserta didik dan orangtua/wali. Selain untuk tetap melindungi seluruh warga satuan pendidikan dari penularan dan penyebaran wabah Covid-19.

Prinsip-prinsip PJJ juga perlu ditekankan kembali. Terutama prinsip mengenai pemberian pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik, serta prinsip pendidikan yang berfokus pada pendidikan kecakapan hidup. 

Berpedoman pada tujuan dan prinsip-prinsip tersebut, apakah menurut Anda penyelesaian materi dan beban kurikulum pembelajaran yang normal tetap menjadi menjadi prioritas pembelajaran pada masa pandemi Covid-19?

Tidak. Muatan kurikulum dan penyelesaian target kurikulum bukan lagi menjadi prioritas utama dalam Pembelajaran Jarak Jauh pada masa pandemi Covid-19. Anda akan mempelajarinya lebih lanjut dalam sesi-sesi selanjutnya.

 

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menerbitkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 719/P/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus. Satuan pendidikan dalam kondisi khusus dapat menggunakan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran peserta didik. 

Pelaksanaan kurikulum pada kondisi khusus bertujuan untuk memberikan fleksibilitas bagi satuan pendidikan untuk menentukan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran peserta didik.  Semua jenjang pada setiap satuan pendidikan pada kondisi khusus dalam pelaksanaan pembelajaran dapat: 

  1. Tetap mengacu pada Kurikulum Nasional 
  2. Menggunakan kurikulum pada kondisi khusus
  3. Melakukan penyederhanaan kurikulum secara mandiri

Kurikulum darurat (dalam kondisi khusus) yang disiapkan oleh Kemendikbud merupakan penyederhanaan dari kurikulum nasional. Pada kurikulum tersebut dilakukan pengurangan kompetensi dasar untuk setiap mata pelajaran sehingga guru dan siswa dapat berfokus pada kompetensi esensial dan kompetensi prasyarat untuk kelanjutan pembelajaran di tingkat selanjutnya.

Kemendikbud juga menyediakan modul-modul pembelajaran untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Sekolah Dasar (SD) yang diharapkan dapat membantu proses belajar dari rumah dengan mencakup uraian pembelajaran berbasis aktivitas untuk guru, orang tua, dan peserta didik. Dan seperti yang ditegaskan Mendikbud, dari opsi kurikulum yang dipilih, catatannya adalah siswa tidak dibebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan, dan pelaksanaan kurikulum berlaku sampai akhir tahun ajaran.

Silakan mencermati infografik berikut ini. 


 

Nah Bapak dan Ibu guru, apapun pilihan pelaksanaan kurikulum yang Anda pilih, mari pusatkan perhatian pada pembelajaran berbasis kompetensi. Sesuai dengan namanya, pembelajaran berbasis kompetensi berorientasi pada pencapaian kompetensi peserta didik yang dapat dilihat dari pemahaman konsep, keterampilan menerapkan konsep dalam berbagai konteks, serta sikap-sikap yang menyertainya. 

Hal ini sejalan dengan strategi 5M Pembelajaran Jarak Jauh; Memahami Konsep, yang menekankan praktik pembelajaran yang memandu siswa bukan sekedar menguasai konten tapi menguasai pemahaman mendalam terhadap konsep yang dapat diterapkan di berbagai konteks kehidupan peserta didik.

Apa ciri pembelajaran berbasis kompetensi? Dan apa yang membedakannya dari pembelajaran berbasis konten? Anda dapat mempelajari infografik berikut ini 


 


Penyelarasan KI dan KD Kondisi Darurat dalam Pembelajaran Jarak Jauh

Bapak dan Ibu guru, Anda telah memahami mengenai pembelajaran berbasis kompetensi yang mendukung pembelajaran jarak jauh di masa pandemi.

Lalu bagaimana menyelaraskan KI dan KD dalam pembelajaran jarak jauh untuk memaksimalkan pembelajaran berbasis kompetensi? Mari kita lihat contoh yang berasal dari Kanvas RPP Merdeka Belajar dalam infografik berikut ini.

 





Dari contoh yang di atas, Bapak dan Ibu guru dapat melihat bagaimana pembelajaran berbasis kompetensi diterapkan pada pembelajaran jarak jauh. Pembelajaran yang cakupannya sederhana namun mendalam dapat memberikan lebih banyak kesempatan pada siswa untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan secara bersamaan.

Blog, Updated at: 6:44 PM

0 comments:

Post a Comment

silahkan isi komeng di bawah seikhlasnya ^_^

Powered by Blogger.